(Reff)
Saat genderang perjuangan bertalu
Musuh tegak dihadapan
Teguhkan hatimu usahlah kau ragu
Wahai orang-orang beriman
Berdzikirlah sebanyak engkau mampu
Agar kemenangan jadi milikmu
Taatilah Allah dan Rasul-Nya
Qiyadah penghulu perjuangan
Tetap bersama dalam barisan
Buang segala ego nan hina
Blog ini adalah blog pribadi yang berisi catatan-catatan sejarah yang akan menjadi sepotong jejak perjalanan hidup-ku.....
Menenun Pola-Pola Kehidupan
Hakikat hidup berarti mengalir mengikuti lika-liku garis takdir yang terukir sejak kita belum lahir, menuju ke Haribaan Al-Qadir... (Ust. Satori AR)
Akumulasi hidup ini adalah kumpulan dari titik-titik yang menjelma menjadi garis takdir, terangkai kokoh dalam bingkai takdir yang membentuk warna-warni pola kehidupan, terhubung satu dengan yang lainnya. Garis-garis horizontal-nya terhubung dengan orang-orang disekitar kita, sedangkan garis vertikal-nya menjulang ke langit terhubung dengan Pencipta kita.
Garis horizontal kehidupan yang kita pijak saling terhubung dengan garis-garis horizontal kehidupan orang lain, bagaimana tidak, kehidupan kita menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, dan kehidupan orang lain juga berpengaruh pada garis kehidupan kita semuanya saling mempengaruhi, saling berinteraksi.
Cerita Jiwa...
Tanpa sekat, tanpa tedeng, tanpa hijab
Untuk menyatakan sebuah kejujuran, tentang siapa
merindukan siapa dan merindukan apa
Perasaan ini telah membuncah, tak bisa di cegah
Ya aku rindu, rindu untuk memacu "si kuda
besi" teman setiaku
Rindu untuk melewati hamparan jalan-jalan dari satu
tempat ke tempat lainnya
Rindu untuk kesana-kemari menyelesaikan hal ini dan hal
itu...
Rindu...rindu...dan rindu...
Namun aku tau rindu ini belum saatnya terobati...
Karena ada masa dimana semua itu akan terjadi...
Karena-Nya tetap ku simpan rindu ini dalam hati...
Jiwa ini hanya ingin bercerita...
Apa kau juga ingin bercerita pada jiwaku?
#SaveKerinduan(ada saatnya kembali*InsyaAllah)
Keep Fight!!
^^
*Efek Jalan-jalan
siang-sore ini...
Tentang TOGA
![]() |
| Topi Toga |
Bercerita tentang
Toga, taukah kalian sejarahnya? beberapa waktu yang lalu saat saya berupaya
menyelesaikan sebuah buku yang tertangguhkan penyelesaian membacanya [“Api
Sejarah” Karya Ahmad Mansur Suryanegara] sebuah pengetahuan baru kembali Dia
anugerahkan. Dalam buku tersebut sekelumit sejarah mengenati Toga penulis
sajikan, meskipun tidak detail, namun menjadi sebuah pemicu untuk berburu
sumber referensi mengenai sejarah Toga dari internet.
Cakrawala...
![]() |
| Subhanallah...MahaKarya-Nya... ^^ |
Cakrawala ..
Megumpulkan kembali
serpihan hati
Serpihan semangat,
serpihan harapan, serpihan asa, serpihan cinta dan berbagai serpihan lainnya
Menjadikannya
terangkai kokoh dalam bingkai hati
Cakrawala....
Tempat ku bisa
menyaksikan matahari terbit di horizon timur..
Tempat ku menyaksikan
Matahari yang tak pernah ingkar janji...
Bersinar, menerangi,
mematuhi perintah-Nya...
Cakrawala....
Tempat aku bisa
memandang lebih jauh tentang arti diri.
di sana kusimpan
bait-bait berirama tentang asa, tentang cita-cita..
dan kan kubiarkan
hanya Dia dan langit yang membacanya.
Aku (akan) Mbolang Lagi... *
| Vika Al-Khairaat Putri Az-Zahra |
Menjadi hari yang tak terlupakan, karena di hari itu Allah menginginkanku untuk rehat sejenak dari berbagai aktivitas yang selama ini ku jalani...
Kecelakaan itu mematahkan tulang betis kaki kananku, Alhamdulillah susunan tulangnya masih bagus, sehingga operasi bukan menjadi jalan pilihan untuk memulihkan kondisiku (phobia operasi)...
kakiku di gips, dan untuk beberapa bulan ke depan aku akan menikmati moment beraktivitas diseputar rumah ... ^^
Pekan 1 sampai ke-4 masa Q mengalami kecelakaan...
Alhamdulillah sahabat, guru, relasi, keluarga jauh mengunjungiku, indahnya ukhuwah ini
sungguh menjadi momentum yang mengharu biru
Pekan ke-7 Q menikmati masa di rumah....
Aku semakin yakin bahwa dengan moment ini Allah menginginkan aku untuk memperhatikan diriku sendiri
Memperbaiki segala hal yang ada pada diriku, men-charge kekuatan diri sebelum menggembara lagi
Hari-hariku ku isi dengan membaca buku-buku di perpustakaan mini-Q yang blm selesai aku lahap, menulis artikel-artikel yang selama ini belum aku selesaikan, PR-PR yang belum tuntas dan persiapan untuk debut (debut buku) antologi ke-2 bersama kafilah dakwah UAD*InsyaAllah.
Istiqomah menjadi kipas-kipas Dakwah
Da’i itu hendaknya seperti kipas angin,
Terus berputar dalam lingkaran yang sama..
Kehadirannya membawa kenyamanan,
Terus berputar dalam lingkaran yang sama..
Kehadirannya membawa kenyamanan,
Pergerakannya berbuah kesejukan,
Bagi orang-orang yang berada di sekelilingnya.....(Catur Setyo Nugroho)
Bagi orang-orang yang berada di sekelilingnya.....(Catur Setyo Nugroho)
Terkadang, sebuah kebosanan merasuk pada
diri seorang da’i, dia merasa bosan dan lelah akan jalan hidupnya, yang “hanya”
tercurahkan untuk dakwahnya. Berkutat untuk hal-hal serupa, layaknya kipas
angin yang hanya bergerak dan berputar dalam lingkaran yang sama. Ada sebuah
keinginan untuk pergi sementara waktu, meletakkan beban amanahnya mencari
sebuah ‘energi’ baru yang akan memberikannya kekuatan untuk bergerak kembali.
Dalam titik batas bawah semangatnya tersebut,
seorang da’i hendaknya ber-muhasabah,
mengevaluasi perputaran aktivitasnya selama ini, apakah nutrisi ruhiyahnya
sebanding dengan aktivitas amaliyahnya selama ini, lebih banyak atau lebih
sedikit?. Hendaknya dia bertanya pada dirinya mungkin ada yang salah dengan
cara dakwahnya, bila pergerakan amalnya selama ini membuat kegerahan, sesak dan
kepanasan bagi orang-orang disekitarnya, mungkin juga ada yang keliru dengan
metode dakwahnya, maka tanyakan kepada hatimu wahai da’i, renungkanlah! Adakah
yang salah dengan niatmu, atau adakah energi lain yang membuatmu berlari
kencang, selain karena-Nya.
Homerest
![]() |
| Episode Menunggu |
Menikmati Episode ini (homerest 2
bulan lagi)
Menjaga stabilitas motivasi diri
untuk terus belajar dan berkarya...
Dan menyiapkan diri untuk menjelajah
dunia kembali...
Hanya sebuah keyakinan yang
selalu terpatri...
Semua episode dalam kehidupan ini
selalu Dia gulirkan...
Dan Q yakin masa ini semakin
mendekatkan pada sebuah kebahagiaan*didepan sana...#InsyaAllah..
Karena semua ini hanya
SEMENTARA...
Sebuah “ASA”...
![]() |
| warna-warni ukhuwah kita ^^ |
Dan saat lingkaran kita melebar jauh mengarungi
penjuru negeri ini, rajutan ukhuwah kita semakin kuat, karena jauhnya fisik tak
pernah menjauhkan hati-hati kita, dan peristiwa di Ramadhan 1433 H ini semakin
menjadi bukti atas kuatnya rajutan ukhuwah yang selama ini kita bangun. “Perumpamaan
orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu
tubuh.Begitulah sabda
sang nabi yang di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam karyanya. Jika salah satu
anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan baik (sakit) demam dan
tidak bisa tidur.”
Segenggam Rindu Dari Sudut Kota 1001 Goa
Ahad, 22 July 2012...07.32 am....
Alhamdulillah pagi ini Allah mengizinkanku
untuk merampungkan salah satu karya best seller Ust. Sallim A. Fillah Dalam
Dekapan Ukhuwah. Ada titik air di sudut mata ini, teringat wajah-wajah para
sahabat seperjuangan di kampus berkelebatan. Ya, 14 Juli 2012 menjadi momentum
yang mengharu biru bagi kita, ada segudang kebahagiaan saat satu “garis finish”
ini selesai terlewati, namun di satu gudang yang lain, ada asa yang teramat
menyesakkan, bahwa kita akan berpisah kawan. Tapi inilah ritme kehidupan yang
harus kita tempuh, karena jalan perjuangan kita masih panjang.
Saat ini kita berada jauh dari jangkauan
tangan, kita sedang berproses melebarkan lingkaran kecil kita, mengambil peran
besar sebagai pengambil cinta dari langit lalu menebarkannya di bumi yang saat
ini kita pijak untuk menyemai bibit-bibit baru, menambah kilau cahaya-cahaya
kebenaran para penerus tongkat estafet dakwah di bumi-Nya.
Khilaf, Benci dan Cinta
Diberlalunya seperempat
abad usiaku
Kembali mengenangkanku
sebuah kaidah
“bencilah kesalahannya tapi
jangan kau benci orangnya”
Betulkah aku sudah mampu
begitu
pada saudaraku, pada
keluargaku,
pada kekasih yang kucintai?
Saat mereka terkhilaf dan
disergap malu
betulkah kemaafanku telah
tertakdir
mengiringi takdir kesalahan
mereka?
“Serpihan Pena” Catatan Kuliah Pesantren Hati
Menuju penghujung
tahun 2009 lalu tepatnya di bulan November, Allah mengizinkan saya untuk mengikuti
sebuah kuliah diluar kuliah formal yang saya tempuh di Universitas Ahmad
Dahlan, ya kuliah itu adalah kuliah tambahan nutrisi jiwa di Pesantren Hati, untuk
mengkaji ilmu dari sang ahli Ustadz Basuki Abdurrahman.
Materi hari pertama
yang saya dapatkan adalah tentang HATI, ya seperti yang Rasulullah SAW sabdakan
bahwa: “alaa inna fil jasadi
mudghah,idzaa shaluhat shaluha jasadu kulluhu waidzaa fasadat fasada jasadu
kulluhu, alaa wahiyal qalbu (Ingatlah bahwa tiap-tiap badan itu ada sepotong daging, apabila
sepotong daging itu baik, maka baiklah seluruh badan, dan
apabila rusak, rusaklah seluruh badan, ingatlah bahwa sepotong daging itu ialah
HATI)” (HR. Muttafaq ‘alaih).
Pejuang Senja “Kakek Penjual Bakiak”
![]() |
| Julia Jepret's |
***
Lama tidak menjumpai beliau, penghujung Maret lalu sahabat saya bertemu dengannya, berbincang-bincang, dan mengabadikan aktivitas kakek penjual bakiak tersebut. Berasal dari sebuah kecamatan nan jauh dari kota Yogyakarta, Desa Dlingo itulah tempat kakek berasal, 17 hari menempuh perjalanan ke kota Pelajar untuk mencoba menyambung usia, mencari sesuap nasi dengan jalan mulia tanpa meminta-minta. Berjalan kaki lebih dari 10 km dengan beban cukup berat, karena dagangannya terbuat dari kayu, panasnya aspal bukan halangan baginya, tanpa alas kaki beliau tetap menerjangnya.
![]() |
| Julia Jepret's |
Kepada Jundullah
Dobrak Semangat....mendengar lagu ini...
Album : Saatnya Kemenangan
Munsyid : Izzatul Islam
http://liriknasyid.com
Album : Saatnya Kemenangan
Munsyid : Izzatul Islam
http://liriknasyid.com
Peran Muslimah dalam Membangun Mental dan Karakter Bangsa Indonesia
By : Vika Pravesti*
Dimulai dari sesuatu yang indah ketika kita membayangkan kesempurnaan muslimah dari sosok bunda Khadijah yang keibuan, sosok cerdas dan kritis penuh tanya Aisyah ra., dan sosok para shahabiyah-shahabiyah lain di masa Rasulullah. Mereka adalah bintang-bintang peradaban yang pesonanya tak pernah pudar untuk memberikan sinar tauladannya masing-masing kepada para muslimah akhir zaman ini.
Mempelajari kisah perjuangan dari para sosok-sosok shahabiyah yang luar biasa tersebut, kita mendapatkan beragam tauladan peran yang mengagumkan untuk dijadikan sebagai sumber referensi utama dalam membangun peran kebermanfaatan seorang muslimah. Karena kehadirnya shahabiyah-shahabiyah yang cemerlang pada masa Rasulullah Muhammad SAW, membuktikan ruang gerak muslimah berperan dalam pengembangan peradaban Islam.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”, begitulah Rasulullah mengajarkan umatnya termasuk para muslimah untuk menjadi pribadi yang senantiasa menebar kebaikan dimanapun dia berada. Segala potensi yang melekat pada diri muslimah bisa menjadi pintu kebaikan. Tidak hanya harta, tapi juga ilmu dan ketrampilan, bahkan senyuman motivasi seorang muslimah dapat menjadi kebaikan bagi saudaranya yang lain jika dilakukan dengan niat yang bersih dan benar hanya karena Allah SWT.
Tembang Keadilan
Walau hujan badai kan terus menghadang
Walau amuk gelombang tak henti menerjang
Walau gelap mencekam
Walau mentarikan membakar
Jangan letih menepaki kehidupan
Ujian bagaikan terik sinar sang surya
Hadir ke dunia bersama, berjuta karunia
Janganlah bertekuk lutut dalam pelukan putus asa
Janganlah bersimpuh dihadapan duka
Hadapilah segala tantangan
Sambutlah, harimu dengan suka cita
Hadapilah segala ujian
Dalam kesulitan pasti ada kemudahan
Teruslah Bergerak…!!
Sejatinya saat Dia mengamanahkan hari ini kepada kita, Dia ingin kita untuk memperbaiki hari-hari lalu yang sudah kita jalani…
Hari ini adalah hadiah terbaik dari-Nya agar kita senantiasa bersyukur kepadanya…
Amanah ini adalah hal terindah yang dengannya kita diberi kesempatan untuk menyemai amalan-amalah kebaikan yang akan kita tuai suatu hari nanti…
Jangan biarkan diri terlarut dengan masa lalu yang menjadi belenggu…
Hari ini adalah hadiah terbaik dari-Nya agar kita senantiasa bersyukur kepadanya…
Amanah ini adalah hal terindah yang dengannya kita diberi kesempatan untuk menyemai amalan-amalah kebaikan yang akan kita tuai suatu hari nanti…
Jangan biarkan diri terlarut dengan masa lalu yang menjadi belenggu…
Biarkan diri untuk tetap bergerak, melangkahkan kaki menggapai mimpi dan merajutnya menjadi kenyataan dan kebermanfaatan bagi siapapun disekeliling kita…
Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu…
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengikutimu…
Teruslah berjalan hingga keletihan itu bosan mengikutimu…
Teruslah bertahan hingga kefuturan itu futur mengikutimu…
Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu mengikutimu…
(Alm Ust. Rahmat Abdullah)
(Alm Ust. Rahmat Abdullah)
Fenomena Skripsi…
Semester 8, semester akhir yang sebagain besar kita rencanakan sebagai puncak tangga jejak diepisode S1 ini, semester unik dimana kita menikmati hidangan lezat yang bernama SKRIPSI. Nyaring terdengar ditelinga kita pertanyaan-pertanyaan serupa saat bertemu orang tua, teman, kakak teman, pakde, bude, om, tante, paman, bibi dan orang-orang yang berada disekitar kita saat kita menyebutkan bilangan semester kita ini “sudah sampai mana skripsi-nya? Kapan wisuda? dll”
Ya itulah secuil fenomena nyata yang terjadi di semester puncak ini. Semester yang jika kita terlena akan menghanyutkan kita pada perasaan “santai” yang akhirnya bisa saja menghambat karir kebermanfaatan kita di waktu-waktu kita selanjutnya.
Bergelut dengan skripsi mungkin sebagian kita akan bosan jika disemester ini hanya satu santapan itu yang wajib kita habiskan, namun mau tidak mau, suka atau tidak suka, santapan itu harus tetap kita habiskan karena itulah penghujung menu di S1 kita.
Ya itulah secuil fenomena nyata yang terjadi di semester puncak ini. Semester yang jika kita terlena akan menghanyutkan kita pada perasaan “santai” yang akhirnya bisa saja menghambat karir kebermanfaatan kita di waktu-waktu kita selanjutnya.
Bergelut dengan skripsi mungkin sebagian kita akan bosan jika disemester ini hanya satu santapan itu yang wajib kita habiskan, namun mau tidak mau, suka atau tidak suka, santapan itu harus tetap kita habiskan karena itulah penghujung menu di S1 kita.
Ritme Kehidupan…
* By : Vika Al-Khairaat Putri Az-Zahra
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 216)
Dalam menjalani hidup yang digariskan Allah SWT seringkali ada getir yang kita rasakan. Seperti hidup yang kadang terasa manis, maka kegetiran menjadi sebuah keniscayaan. Sebagai manusia tentunya kita mempunyai beragam impian untuk kehidupan kita, namun Allah juga mempunyai rencana yang jauh lebih indah dari impian kita, karena Dia yang paling tahu tentang baik-buruknya impian kita untuk masa depan kehidupan yang akan kita lalui. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 216 diatas Allah telah menegaskan bahwa sesuatu yang kita benci bisa menjadi sebuah hal yang baik bagi kita, dan sebaliknya sesuatu yang kita sukai bisa menjadi sebuah hal yang buruk bagi kita, karena Dia-lah yang paling tahu hal terbaik untuk kita.
Cinta Permata Hati....
“Assalamu’alaikum. Nduk sedang apa? Masih beraktivitas? Sudah makan belum? Jangan lupa makan, jaga kesehatan, jaga diri dan hati-hati”
Hampir setiap sore sms serupa tak pernah bosan menghampiri inbox HP-ku, sejenak mengalihkan perhatianku dari segenap aktivitas yang sedang ku lakukan. Ya sms itu rutin dari Ibuku, menyapa setiap hariku jika hari itu tidak ada dering telephone menyapa dari sudut sana. Senyumnya membayangiku menuntunku untuk segera membalas sms beliau karena pasti beliau selalu menunggu balasan sms dariku.
Ya Ibuku tak pernah lupa untuk menyapaku, tak pernah lupa untuk mengingatkanku ini dan itu. Dan seringnya jika sms itu datang menyapa aku sedang rapat organisasi, sehingga aku sering tidak enak hati membalas sms Ibu dengan kesamaan aktivitas, namun hal itu lebih baik daripada aku berbohong dengan aktivitas yang sedang ku lakukan.
Kisah KKN...menuju detik-detik terakhir....
KKN itu Luar BIASA!!!
Begitulah ungkapan nyala semangat inspiratorku saat aku bercerita kegiatan yang menyibukkanku saat ini. Ya KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang hampir 2 bulan aku menjalaninya didaerah Pakuncen, pingir kali Winongo, Yogyakarta. Beberapa kenikmatan agenda organisasi yang terjadi disore hari harus aku tinggalkan. Namun hal itu akan segera berakhir, Jum'at 23 Desember 2011 adalah waktu aku sampai di finish KKN Alternatif yang benar-benar gak efektif. Namun, setitik kontribusi yang telah kami lakukan dimasyarakat pakuncen, semoga menjadi sebuah keberkahan untuk kami hidup bermasyarakat kelak*Insyaallah. Wallahu'alam bishawab.
Begitulah ungkapan nyala semangat inspiratorku saat aku bercerita kegiatan yang menyibukkanku saat ini. Ya KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang hampir 2 bulan aku menjalaninya didaerah Pakuncen, pingir kali Winongo, Yogyakarta. Beberapa kenikmatan agenda organisasi yang terjadi disore hari harus aku tinggalkan. Namun hal itu akan segera berakhir, Jum'at 23 Desember 2011 adalah waktu aku sampai di finish KKN Alternatif yang benar-benar gak efektif. Namun, setitik kontribusi yang telah kami lakukan dimasyarakat pakuncen, semoga menjadi sebuah keberkahan untuk kami hidup bermasyarakat kelak*Insyaallah. Wallahu'alam bishawab.
Perpustakaan Kampus 3 UAD
di sela-sela nyusun proposal skripsi yang belum rampung...
Semangat! ^_^
di sela-sela nyusun proposal skripsi yang belum rampung...
Semangat! ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)










