Menenun Pola-Pola Kehidupan


Hakikat hidup berarti mengalir mengikuti lika-liku garis takdir yang terukir sejak kita belum lahir, menuju ke Haribaan Al-Qadir... (Ust. Satori AR)

Akumulasi hidup ini adalah kumpulan dari titik-titik yang menjelma menjadi garis takdir, terangkai kokoh dalam bingkai takdir yang membentuk warna-warni pola kehidupan, terhubung satu dengan yang lainnya. Garis-garis horizontal-nya terhubung dengan orang-orang disekitar kita, sedangkan garis vertikal-nya menjulang ke langit terhubung dengan Pencipta kita.

Garis horizontal kehidupan yang kita pijak saling terhubung dengan garis-garis horizontal kehidupan orang lain, bagaimana tidak, kehidupan kita menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, dan kehidupan orang lain juga berpengaruh pada garis kehidupan kita semuanya saling mempengaruhi, saling berinteraksi.

Cerita Jiwa...



Danbo ^^












Kali ini, biarkan jiwaku bercerita
Tanpa sekat, tanpa tedeng, tanpa hijab
Untuk menyatakan sebuah kejujuran, tentang siapa merindukan siapa dan merindukan apa
Perasaan ini telah membuncah, tak bisa di cegah
Ya aku rindu, rindu untuk memacu "si kuda besi" teman setiaku
Rindu untuk melewati hamparan jalan-jalan dari satu tempat ke tempat lainnya
Rindu untuk kesana-kemari menyelesaikan hal ini dan hal itu...
Rindu...rindu...dan rindu...

Namun aku tau rindu ini belum saatnya terobati...
Karena ada masa dimana semua itu akan terjadi...
Karena-Nya tetap ku simpan rindu ini dalam hati...


Jiwa ini hanya ingin bercerita...
Apa kau juga ingin bercerita pada jiwaku?

#SaveKerinduan(ada saatnya kembali*InsyaAllah)
Keep Fight!!
^^


*Efek Jalan-jalan siang-sore ini...

Tentang TOGA

Topi Toga
Sahabat, tentunya kita pernah melihat pakaian toga? Sebagian dari kita mungkin juga pernah menggunakannya. Pakaian ini menjadi “dress code” saat seremoni atau upacara wisuda waktu kelulusan di tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi, namun dari semua jenjang akademik tersebut Perguruan Tinggi-lah yang sering menggunakan toga sebagai “dress code” saat upacara wisuda. Bentuk Toga memang jauh dari modis dan keren, tetap saja busana ini menjadi busana yang paling dinantikan untuk dipakai siapa saja yang masih menempuh ilmu di bangku perkuliahan. 


Bercerita tentang Toga, taukah kalian sejarahnya? beberapa waktu yang lalu saat saya berupaya menyelesaikan sebuah buku yang tertangguhkan penyelesaian membacanya [“Api Sejarah” Karya Ahmad Mansur Suryanegara] sebuah pengetahuan baru kembali Dia anugerahkan. Dalam buku tersebut sekelumit sejarah mengenati Toga penulis sajikan, meskipun tidak detail, namun menjadi sebuah pemicu untuk berburu sumber referensi mengenai sejarah Toga dari internet.

Cakrawala...


Subhanallah...MahaKarya-Nya... ^^
Cakrawala ..
Megumpulkan kembali serpihan hati
Serpihan semangat, serpihan harapan, serpihan asa, serpihan cinta dan berbagai serpihan lainnya
Menjadikannya terangkai kokoh dalam bingkai hati

 Cakrawala....
Tempat ku bisa menyaksikan matahari terbit di horizon timur..
Tempat ku menyaksikan Matahari yang tak pernah ingkar janji...
Bersinar, menerangi, mematuhi perintah-Nya...

Cakrawala....
Tempat aku bisa memandang lebih jauh tentang arti diri.
di sana kusimpan bait-bait berirama tentang asa, tentang cita-cita..
dan kan kubiarkan hanya Dia dan langit yang membacanya.

Aku (akan) Mbolang Lagi... *

Vika Al-Khairaat Putri Az-Zahra
6 Agustus 2012...
Menjadi hari yang tak terlupakan, karena di hari itu Allah menginginkanku untuk rehat sejenak dari berbagai aktivitas yang selama ini ku jalani...
Kecelakaan itu mematahkan tulang betis kaki kananku, Alhamdulillah susunan tulangnya masih bagus, sehingga operasi bukan menjadi jalan pilihan untuk memulihkan kondisiku (phobia operasi)...
kakiku di gips, dan untuk beberapa bulan ke depan aku akan menikmati moment beraktivitas diseputar rumah ... ^^

Pekan 1 sampai ke-4 masa Q mengalami kecelakaan...
Alhamdulillah sahabat, guru, relasi, keluarga jauh mengunjungiku, indahnya ukhuwah ini
sungguh menjadi momentum yang mengharu biru

Pekan ke-7 Q menikmati masa di rumah....
Aku semakin yakin bahwa dengan moment ini Allah menginginkan aku untuk memperhatikan diriku sendiri
Memperbaiki segala hal yang ada pada diriku, men-charge kekuatan diri sebelum menggembara lagi
Hari-hariku ku isi dengan membaca buku-buku di perpustakaan mini-Q yang blm selesai aku lahap, menulis artikel-artikel yang selama ini belum aku selesaikan, PR-PR yang belum tuntas dan persiapan untuk debut (debut buku) antologi ke-2 bersama kafilah dakwah UAD*InsyaAllah.

Istiqomah menjadi kipas-kipas Dakwah


Da’i itu hendaknya seperti kipas angin,
Terus berputar dalam lingkaran yang sama..
Kehadirannya membawa kenyamanan,
Pergerakannya berbuah kesejukan,
Bagi orang-orang yang berada di sekelilingnya.....(Catur Setyo Nugroho)

Terkadang, sebuah kebosanan merasuk pada diri seorang da’i, dia merasa bosan dan lelah akan jalan hidupnya, yang “hanya” tercurahkan untuk dakwahnya. Berkutat untuk hal-hal serupa, layaknya kipas angin yang hanya bergerak dan berputar dalam lingkaran yang sama. Ada sebuah keinginan untuk pergi sementara waktu, meletakkan beban amanahnya mencari sebuah ‘energi’ baru yang akan memberikannya kekuatan untuk bergerak kembali. 

Dalam titik batas bawah semangatnya tersebut, seorang da’i hendaknya ber-muhasabah, mengevaluasi perputaran aktivitasnya selama ini, apakah nutrisi ruhiyahnya sebanding dengan aktivitas amaliyahnya selama ini, lebih banyak atau lebih sedikit?. Hendaknya dia bertanya pada dirinya mungkin ada yang salah dengan cara dakwahnya, bila pergerakan amalnya selama ini membuat kegerahan, sesak dan kepanasan bagi orang-orang disekitarnya, mungkin juga ada yang keliru dengan metode dakwahnya, maka tanyakan kepada hatimu wahai da’i, renungkanlah! Adakah yang salah dengan niatmu, atau adakah energi lain yang membuatmu berlari kencang, selain karena-Nya.