Istiqomah menjadi kipas-kipas Dakwah


Da’i itu hendaknya seperti kipas angin,
Terus berputar dalam lingkaran yang sama..
Kehadirannya membawa kenyamanan,
Pergerakannya berbuah kesejukan,
Bagi orang-orang yang berada di sekelilingnya.....(Catur Setyo Nugroho)

Terkadang, sebuah kebosanan merasuk pada diri seorang da’i, dia merasa bosan dan lelah akan jalan hidupnya, yang “hanya” tercurahkan untuk dakwahnya. Berkutat untuk hal-hal serupa, layaknya kipas angin yang hanya bergerak dan berputar dalam lingkaran yang sama. Ada sebuah keinginan untuk pergi sementara waktu, meletakkan beban amanahnya mencari sebuah ‘energi’ baru yang akan memberikannya kekuatan untuk bergerak kembali. 

Dalam titik batas bawah semangatnya tersebut, seorang da’i hendaknya ber-muhasabah, mengevaluasi perputaran aktivitasnya selama ini, apakah nutrisi ruhiyahnya sebanding dengan aktivitas amaliyahnya selama ini, lebih banyak atau lebih sedikit?. Hendaknya dia bertanya pada dirinya mungkin ada yang salah dengan cara dakwahnya, bila pergerakan amalnya selama ini membuat kegerahan, sesak dan kepanasan bagi orang-orang disekitarnya, mungkin juga ada yang keliru dengan metode dakwahnya, maka tanyakan kepada hatimu wahai da’i, renungkanlah! Adakah yang salah dengan niatmu, atau adakah energi lain yang membuatmu berlari kencang, selain karena-Nya.

Homerest


Episode Menunggu

Menikmati Episode ini (homerest 2 bulan lagi)

Menjaga stabilitas motivasi diri untuk terus belajar dan berkarya...

Dan menyiapkan diri untuk menjelajah dunia kembali...

Hanya sebuah keyakinan yang selalu terpatri...

Semua episode dalam kehidupan ini selalu Dia gulirkan...

Dan Q yakin masa ini semakin mendekatkan pada sebuah kebahagiaan*didepan sana...#InsyaAllah..

Karena semua ini hanya SEMENTARA...

Sebuah “ASA”...


warna-warni ukhuwah kita ^^
Mulanya kepolosan kita bertemu dalam sebuah kampus, tiba-tiba pembicaraan, gerak anggota badan, langkah kaki dan getar hati menjadi sebuah simfoni yang mengalun indah dan merdu mengiringi perjalanan panjang pembelajaran yang kita lalui tentang kesabaran, pengertian, kejujuran, berbagi, keikhlasan, dan semangat kebersamaan dalam mengenggam dunia ini.

Dan saat lingkaran kita melebar jauh mengarungi penjuru negeri ini, rajutan ukhuwah kita semakin kuat, karena jauhnya fisik tak pernah menjauhkan hati-hati kita, dan peristiwa di Ramadhan 1433 H ini semakin menjadi bukti atas kuatnya rajutan ukhuwah yang selama ini kita bangun. “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu tubuh.Begitulah sabda sang nabi yang di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam karyanya. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan baik (sakit) demam dan tidak bisa tidur.”

Segenggam Rindu Dari Sudut Kota 1001 Goa


Ahad, 22 July 2012...07.32 am....

Alhamdulillah pagi ini Allah mengizinkanku untuk merampungkan salah satu karya best seller Ust. Sallim A. Fillah Dalam Dekapan Ukhuwah. Ada titik air di sudut mata ini, teringat wajah-wajah para sahabat seperjuangan di kampus berkelebatan. Ya, 14 Juli 2012 menjadi momentum yang mengharu biru bagi kita, ada segudang kebahagiaan saat satu “garis finish” ini selesai terlewati, namun di satu gudang yang lain, ada asa yang teramat menyesakkan, bahwa kita akan berpisah kawan. Tapi inilah ritme kehidupan yang harus kita tempuh, karena jalan perjuangan kita masih panjang. 

Saat ini kita berada jauh dari jangkauan tangan, kita sedang berproses melebarkan lingkaran kecil kita, mengambil peran besar sebagai pengambil cinta dari langit lalu menebarkannya di bumi yang saat ini kita pijak untuk menyemai bibit-bibit baru, menambah kilau cahaya-cahaya kebenaran para penerus tongkat estafet dakwah di bumi-Nya. 

Khilaf, Benci dan Cinta


Seorang kawan dalam do’a dan salamnya
Diberlalunya seperempat abad usiaku
Kembali mengenangkanku sebuah kaidah
“bencilah kesalahannya tapi jangan kau benci orangnya”

Betulkah aku sudah mampu begitu
pada saudaraku, pada keluargaku,
pada kekasih yang kucintai?
Saat mereka terkhilaf dan disergap malu
betulkah kemaafanku telah tertakdir
mengiringi takdir kesalahan mereka?

“Serpihan Pena” Catatan Kuliah Pesantren Hati


Menuju penghujung tahun 2009 lalu tepatnya di bulan November, Allah mengizinkan saya untuk mengikuti sebuah kuliah diluar kuliah formal yang saya tempuh di Universitas Ahmad Dahlan, ya kuliah itu adalah kuliah tambahan nutrisi jiwa di Pesantren Hati, untuk mengkaji ilmu dari sang ahli Ustadz Basuki Abdurrahman.

Materi hari pertama yang saya dapatkan adalah tentang HATI, ya seperti yang Rasulullah SAW sabdakan bahwa: alaa inna fil jasadi mudghah,idzaa shaluhat shaluha jasadu kulluhu waidzaa fasadat fasada jasadu kulluhu, alaa wahiyal qalbu (Ingatlah bahwa tiap-tiap badan itu ada sepotong daging, apabila sepotong daging itu baik, maka baiklah seluruh badan, dan apabila rusak, rusaklah seluruh badan, ingatlah bahwa sepotong daging itu ialah HATI)” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Pejuang Senja “Kakek Penjual Bakiak”


Julia Jepret's
 Siang menyengat Yogyakarta, seorang kakek berjalan memanggul dagangannya, dengan tertatih-tatih beliau mencoba menjemput keberkahan rezeki yang Allah berikan untuknya. Ya beberapa waktu lampau saya pernah melihat beliau di Jl.Glagahsari, Yogyakarta, namun hanya sepintas karena ada agenda yang harus saya “kejar”. Dan dari sekilas melihat itu terbesit tanya dalam pikiran saya tentang “kemana anak-anaknya? Atau keluarganya?” ya saya tidak pernah rela melihat orang sepuh (tua renta) masih “berkerja keras”.
 
***

Lama tidak menjumpai beliau, penghujung Maret lalu sahabat saya bertemu dengannya, berbincang-bincang, dan mengabadikan aktivitas kakek penjual bakiak tersebut. Berasal dari sebuah kecamatan nan jauh dari kota Yogyakarta, Desa Dlingo itulah tempat kakek berasal, 17 hari menempuh perjalanan ke kota Pelajar untuk mencoba menyambung usia, mencari sesuap nasi dengan jalan mulia tanpa meminta-minta. Berjalan kaki lebih dari 10 km dengan beban cukup berat, karena dagangannya terbuat dari kayu, panasnya aspal bukan halangan baginya, tanpa alas kaki beliau tetap menerjangnya.
Julia Jepret's

Kepada Jundullah

Dobrak Semangat....mendengar lagu ini...

Album : Saatnya Kemenangan
Munsyid : Izzatul Islam
http://liriknasyid.com 
 




(Reff)
Saat genderang perjuangan bertalu
Musuh tegak dihadapan
Teguhkan hatimu usahlah kau ragu
Wahai orang-orang beriman

Berdzikirlah sebanyak engkau mampu
Agar kemenangan jadi milikmu

Taatilah Allah dan Rasul-Nya
Qiyadah penghulu perjuangan
Tetap bersama dalam barisan
Buang segala ego nan hina

Peran Muslimah dalam Membangun Mental dan Karakter Bangsa Indonesia

By : Vika Pravesti*

Dimulai dari sesuatu yang indah ketika kita membayangkan kesempurnaan muslimah dari sosok bunda Khadijah yang keibuan, sosok cerdas dan kritis penuh tanya Aisyah ra., dan sosok para shahabiyah-shahabiyah lain di masa Rasulullah. Mereka adalah bintang-bintang peradaban yang pesonanya tak pernah pudar untuk memberikan sinar tauladannya masing-masing kepada para muslimah akhir zaman ini.
Mempelajari kisah perjuangan dari para sosok-sosok shahabiyah yang luar biasa tersebut, kita mendapatkan beragam tauladan peran yang mengagumkan untuk dijadikan sebagai sumber referensi utama dalam membangun peran kebermanfaatan seorang muslimah. Karena kehadirnya shahabiyah-shahabiyah yang cemerlang pada masa Rasulullah Muhammad SAW, membuktikan ruang gerak muslimah berperan dalam pengembangan peradaban Islam.
 “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”, begitulah Rasulullah mengajarkan umatnya termasuk para muslimah untuk menjadi pribadi yang senantiasa menebar kebaikan dimanapun dia berada. Segala potensi yang melekat pada diri muslimah bisa menjadi pintu kebaikan. Tidak hanya harta, tapi juga ilmu dan  ketrampilan, bahkan senyuman motivasi seorang muslimah dapat menjadi kebaikan bagi saudaranya yang lain jika dilakukan dengan niat yang bersih dan benar hanya karena Allah SWT.

Tembang Keadilan

Walau hujan badai kan terus menghadang
Walau amuk gelombang tak henti menerjang

Walau gelap mencekam
Walau mentarikan membakar
Jangan letih menepaki kehidupan

Ujian bagaikan terik sinar sang surya
Hadir ke dunia bersama, berjuta karunia
Janganlah bertekuk lutut dalam pelukan putus asa
Janganlah bersimpuh dihadapan duka

Hadapilah segala tantangan
Sambutlah, harimu dengan suka cita
Hadapilah segala ujian
Dalam kesulitan pasti ada kemudahan


http://www.youtube.com/watch?v=2YFhZ76cAFI

Teruslah Bergerak…!!


Sejatinya saat Dia mengamanahkan hari ini kepada kita, Dia ingin kita untuk memperbaiki hari-hari lalu yang sudah kita jalani…
Hari ini adalah hadiah terbaik dari-Nya agar kita senantiasa bersyukur kepadanya…
Amanah ini adalah hal terindah yang dengannya kita diberi kesempatan untuk menyemai amalan-amalah kebaikan yang akan kita tuai suatu hari nanti…

Jangan biarkan diri terlarut dengan masa lalu yang menjadi belenggu…
Biarkan diri untuk tetap bergerak, melangkahkan kaki menggapai mimpi dan merajutnya menjadi kenyataan dan kebermanfaatan bagi siapapun disekeliling kita…

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu…
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengikutimu…
Teruslah berjalan hingga keletihan itu bosan mengikutimu…
Teruslah bertahan hingga kefuturan itu futur mengikutimu…
Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu mengikutimu…
(Alm Ust. Rahmat Abdullah)



Fenomena Skripsi…

Semester 8, semester akhir yang sebagain besar kita rencanakan sebagai puncak tangga jejak diepisode S1 ini, semester unik dimana kita menikmati hidangan lezat yang bernama SKRIPSI. Nyaring terdengar ditelinga kita pertanyaan-pertanyaan serupa saat bertemu orang tua, teman, kakak teman, pakde, bude, om, tante, paman, bibi dan orang-orang yang berada disekitar kita saat kita menyebutkan bilangan semester kita ini “sudah sampai mana skripsi-nya? Kapan wisuda? dll”

Ya itulah secuil fenomena nyata yang terjadi di semester puncak ini. Semester yang jika kita terlena akan menghanyutkan kita pada perasaan “santai” yang akhirnya bisa saja menghambat karir kebermanfaatan kita di waktu-waktu kita selanjutnya.

Bergelut dengan skripsi mungkin sebagian kita akan bosan jika disemester ini hanya satu santapan itu yang wajib kita habiskan, namun mau tidak mau, suka atau tidak suka, santapan itu harus tetap kita habiskan karena itulah penghujung menu di S1 kita.

Ritme Kehidupan…

* By : Vika Al-Khairaat Putri Az-Zahra

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 216)
Dalam menjalani hidup yang digariskan Allah SWT seringkali ada getir yang kita rasakan. Seperti hidup yang kadang terasa manis, maka kegetiran menjadi sebuah keniscayaan. Sebagai manusia tentunya kita mempunyai beragam impian untuk kehidupan kita, namun Allah juga mempunyai rencana yang jauh lebih indah dari impian kita, karena Dia yang paling tahu tentang baik-buruknya impian kita untuk masa depan kehidupan yang akan kita lalui. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 216 diatas Allah telah menegaskan bahwa sesuatu yang kita benci bisa menjadi sebuah hal yang baik bagi kita, dan sebaliknya sesuatu yang kita sukai bisa menjadi sebuah hal yang buruk bagi kita, karena Dia-lah yang paling tahu hal terbaik untuk kita.

Cinta Permata Hati....

“Assalamu’alaikum. Nduk sedang apa? Masih beraktivitas? Sudah makan belum? Jangan lupa makan, jaga kesehatan, jaga diri dan hati-hati”  

Hampir setiap sore sms serupa tak pernah bosan menghampiri inbox HP-ku, sejenak mengalihkan perhatianku dari segenap aktivitas yang sedang ku lakukan. Ya sms itu rutin dari Ibuku, menyapa setiap hariku jika hari itu tidak ada dering telephone menyapa dari sudut sana. Senyumnya membayangiku menuntunku untuk segera membalas sms beliau karena pasti beliau selalu menunggu balasan sms dariku.

Ya Ibuku tak pernah lupa untuk menyapaku, tak pernah lupa untuk mengingatkanku ini dan itu. Dan seringnya jika sms itu datang menyapa aku sedang rapat organisasi, sehingga aku sering tidak enak hati membalas sms Ibu dengan kesamaan aktivitas, namun hal itu lebih baik daripada aku berbohong dengan aktivitas yang sedang ku lakukan.

Kisah KKN...menuju detik-detik terakhir....

KKN itu Luar BIASA!!!

Begitulah ungkapan nyala semangat inspiratorku saat aku bercerita kegiatan yang menyibukkanku saat ini. Ya KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang hampir 2 bulan aku menjalaninya didaerah Pakuncen, pingir kali Winongo, Yogyakarta. Beberapa kenikmatan agenda organisasi yang terjadi disore hari harus aku tinggalkan. Namun hal itu akan segera berakhir, Jum'at 23 Desember 2011 adalah waktu aku sampai di finish KKN Alternatif yang benar-benar gak efektif. Namun, setitik kontribusi yang telah kami lakukan dimasyarakat pakuncen, semoga menjadi sebuah keberkahan untuk kami hidup bermasyarakat kelak*Insyaallah. Wallahu'alam bishawab.


Perpustakaan Kampus 3 UAD
di sela-sela nyusun proposal skripsi yang belum rampung...
Semangat! ^_^

My Answer_SEAMO Lyric

ima, dekinakute mo
aseranaide awatenaide
kimi no mai peesu de
jibun shinjite yukkuri ikeba ii

kono yo wa hitosujinawa de wa
ikanai sore wa naze nara
kamisama ga tsukutta
tesuto da kara muzukashii nda
bunkei? rikei? mushiro doutoku
kimi nara kore o dou toku?
kore wa maru de jinsei
dakara uchikomu shinken ni

bokura wa nayamu mayou
nandomo jibun ni toikakeru
hitotsu ja nai kotae sagashi
gamushara ni oikakeru

ima, dekinakute mo
aseranaide awatenaide
kimi no mai peesu de
jibun shinjite yukkuri ikeba ii

sora yo umi yo
kimi mo onaji you ni nayanderu no kai?
kaze yo taiyou
kimi mo hitoshirezu naiteiru no kai?
osoreru koto wa nai yo shippai
sono tsugi ga shoubu we fight!!
kizu darake no touan ga
ikita akashi sou nanda
haji o kaite mo
kesanaide tsukawanaide keshigomu
mushiro hitotsu hitotsu no omoi o nejikomu

bokura wa nayamu mayou
nandomo jibun ni toikakeru
hitotsu ja nai kotae sagashi
gamushara ni oikakeru

ima, dekinakute mo
aseranaide awatenaide
kimi no mai peesu de
jibun shinjite yukkuri ikeba ii

hakushi no kami ni mirai o kakikonde
sono pen de ten o sen de musubu
kimi dake no ansaa

mirai no boku nara ima no boku ni
oshieteagerareru
kimi no doryoku ga jishin ni
kawaru toki made oitsuzukereba ii

ima, dekinakute mo
aseranaide awatenaide
kimi no mai peesu de
jibun shinjite yukkuri ikeba ii 
 
 
*Special to my sister : Tities Sumunaring T :D lv U cz of Allah...

Mengenal Diri.....(Who am I ?)


By : Vika Pravesti*

Senin, 10 Oktober 2011_20.45 WIB. 

Alhamdulillah, Allah mengizinkan kami malam itu, untuk men-charge ruhiyah kembali bersama Ustadz Basuki A.R di salah satu sudut ruang API. Meski hawa mengantuk sudah menyapa karena aktivitas semenjak pagi yang terlewati, namun moment berharga ini tak boleh terlewati karena taman ini adalah taman syurga dunia yang lebih indah, lebih semerbak, dan lebih mempesona dibandingkan dengan segala pesona keindahan dunia.

Sebuah ungkapan pembuka beliau(Ustdz. Basuki_Red)  sampaikan untuk mengawali kajian kami “Ya Allah, Engkau lebih mengenali diriku, daripada aku mengenal diriku sendiri”. Sebuah ungkapan yang begitu mendalam untuk membimbing kita mengenal hakikat diri kita. Diri: seberapa besarkah kita mengenalnya, seberapa tau kita tentangnya walaupun materi “Who am I” mungkin telah berulang kali telah kita dapatkan di berbagai acara training, namun materi ini tak pernah membuat kami bosan, karena selalu ada hal yang lebih ketika beliau menyampaikan kembali materi ini.

“Aku ini siapa??” beliau bertanya kepada kami untuk mengenali diri, bermacam-macam jawaban yang kami sampaikan, mulai dari nama kami, hakikat kami sebagai hamba-Nya, orang tua kami, sifat kami, asal kami, dsb. Beliau kembali bertanya “jika kalian menjawab diri kalian adalah yang kalian maksud, apakah hal itu sudah menjabarkan tentang diri kalian seluruhnya?, perumpamaan sebuah motor yang telah diciptakan, siapakah yang detail mengetahui segala bagian yang terdapat pada motor tersebut? pasti Penciptanyalah yang lebih detail tau segala hal yang dia ciptakan, perumpamaan motor tadi sama dengan hakikat kita, yang lebih tau mengenai diri kita hanya Allah SWT sang Pencipta kita, nah sejatinya siapakah diri kita?” ungkapnya.
who am i ?

Beliau menunjukkan tangannya dan mengatakan, “jika ini tanganku, apakah aku tangan?” Kami menjawab bukan, kemudian beliau bertanya “jika ini tubuhku, apa aku ini tubuh?” Kami menjawab bukan, kemudian beliau bertanya kembali “jika itu motorku, itu rumahku, itu laptopku, apakah aku itu semua?”  Kami serempak kembali menjawab bukan, “lalu manakah AKU yang sebenarnya? Hakikat AKU yang sebenarnya adalah Ruh yang menyatu dengan Jiwa. Ruh adalah Dzat kehidupan manusia yang dengannya tubuh dan seluruh komponennya dapat bergerak atas izin Allah, sedangkan Jiwa adalah sifat yang dibawa oleh Ruh dengan berbagai potensi Fujur (jalan kebatilan) dan Takwa (jalan kebenaran). Potensi yang diberikan Allah dengan segala kebaikan dan kekurangnya, selayaknya semakin menjadikan kita sadar bahwa segala hal yang ada pada diri kita hanya Dia yang paling mengetahuinya,sehingga ungkapan “Ya Allah, Engkau lebih mengenali diriku, daripada aku mengenal diriku sendiri” mengandung konsekuensi pada diri kita mengenai 3 hal, yaitu :
*      Kita harus mengenal diri kita seperti Allah mengenal diri kita
Dalam Al-Quran Allah telah banyak menjelaskan tentang diri kita misalnya “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir” (QS.Al-Ma’aarij : 19); “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) ... “(QS. Al-Imran : 17) dan sebagainya, banyak sekali dalam Al-Qur’an Allah mengenalkan potensi yang kita miliki sebagai manusia. Selain itu 99 Asma’ul Husna yang Allah miliki juga selayaknya kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena selain sebagai hamba(pelayan)-Nya kita juga mempunyai amanah sebagai khalifah (pemimpin_wakil Allah dibumi ini).

*      Kenalilah Allah seperti Allah mengenalkan diri-Nya pada kita
Parameter yang kita gunakan untuk mengenal Allah adalah parameter keimanan yang kita miliki, jangan pernah mengenali Allah seperti apa yang kita kenali, tetapi gunakan parameter keimanan kita untuk mengenal Allah seperti Dia memperkenalkan diri-Nya kepada kita. 99 Asma’ul Husna yang Allah kenalkan kepada kita adalah hal yang harus kita yakini, jika Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Ar-Rahman mana kita harus yakin bahwa Allah Maha Penyayang terhadap kita, jika Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Al-Allim maka kita harus yakin bahwa Alah Maha mengetahui segala hal yang tidak kita ketahui.

*      Menyatulah apa yang kita kenali dari diri kita dengan apa yang Allah kehendaki kepada diri kita
Konklusi (kesimpulan) dari dua hal diatas saat kita sudah yakin mengungkapkan bahwa Allah lebih mengenali diri kita, daripada kita mengenal diri kita sendiri adalah kita harus senantiasa menyesuaikan kehendak Allah kepada kita, caranya adalah dengan melaksanakan semua ketaatan-ketaatan yang Allah perintahkan kepada kita, karena sesungguhnya Allah tidak ingin menghendaki kesusahan pada diri kita. Segala hal yang terjadi adalah bahasa Allah yang harus kita fahami, lalu peka-kah kita pada bahasa-Nya yang tersirat pada setiap kehidupan kita??...

Kenalilah dirimu, karena dengan mengenalnya kita akan tau, untuk apa Dia menciptakan kita, kenapa ungkapan keluh kesah itu masih terucap pada diri kita, kenapa rasa takut itu masih membayangi diri kita??,,,kenali diri karena barangsiapa dia mengenal dirinya maka dia akan mengenal Rabb-Nya. Wallahu’alam bishawab

Special notes for Mb Nur Hasanah yang telah kembali ke Lampung,,,kami merindukanmu mb, semoga Allah mengizinkan kita bertemu kembali ^_^

*Penulis adalah hamba Allah yang mencoba untuk tetap istiqomah menegakkan kebenaran lewat tindakan dan tulisan

Yogyakarta, 10 Oktober 2011_23:48 WIB
@Asrama API

Memory Episode @SMP N 11 Yogyakarta...


Berakhir sudah kebersamaan itu, sabtu;01 Oktober 2011 lab Multimedia di sudut barat lantai 2 SMP N 11 yogyakarta menjadi saksi perpisahan kami. Ya hari itu kami (PPL UAD 2011) purna tugas melaksanakan agenda PPL (Program Pengalaman Lapangan) II yang sejak tanggal 28 Juni lalu kami laksanakan. Belum lama rasanya berada di sekolah itu, karena keberadaan kami disana di diskon dengan berbagai kegiatan kampus (UAS semester 5 tgl 11-23 Juni 2011), libur awal Ramadhan tgl 30 Juli-2 Agustus 2011, ditambah libur pra dan pasca Ramadhan tgl 23 Agustus-7 Oktober 2011. ± hanya 2 bulan full kami berada di sekolah itu.

14 calon guru bangsa yang terdiri dari 4 guru Matematika (Vika Pravesti, Nisfu Ratri L. S, Anindita Kalimi, dan Khoirul Burhanudin), 4 guru Bahasa Inggris (Dita Sulistiya Wulan, Etri Pratiwi, Wiwin Dwi Safitri, dan Mirna Nurlette), 4 Guru Bahasa Indonesia (Yusi Maryatun, Farida Rahayu, Septia Nur N. S. dan Asti Oktariani), 1 guru IPA spesifikasi Biologi (Arumi Yuslaisis) dan 1 guru PKN (Surya Andianto) telah menimba ilmu dari para guru pamong untuk memperoleh pengalaman real dilapangan saat melaksanakan kegiatan PPl ini.

PPL kali ini kami tidak sendiri, ada teman2 mahasiswa UPY yang juga turut melaksanakan agenda PPL di SMP N 11 Yogyakarta, tepatnya ada 10 orang, yang jelas aku tidak begitu mengenal mereka semua, hanya beberapa yang aku dapat akrab dengan mereka yaitu Lusi Dhianti (satu bimbingan guru pamong), Sigit Ady W (P.Mat_yang sering diskusi), Shagi n Karindra (P. Sejarah)*yang di minggu terakhir kebersamaan kami mereka antusias sekali mengajakku berdiskusi, Agus (yang aku menegurnya ketika dia merokok), Septi (P. Mat _ikut gabung diskusi)...ya >50% aku mengenal mereka jadi lumayan bisa dikatakan berhasil *parameter sendiri :D


Begitu banyak kisah yang mewarnai setiap proses kegiatan praktik kami, pra-KBM(Kegiatan Belajar Mengajar) kami akan di sibukkan dengan membuat RPP (Rencana Pelaksanaan pembelajaran) yang ternyata sekarang mengunakan RPP berkarakter (beda dengan yang dipelajari dikampus sewaktu PPL I), menentukan metode pemebelajaran yang akan kami gunakan dan membuat LKS (Lembar Kerja Siswa), selanjutnya kami harus mengkonsultasikan dengan guru pamong mengenai RPP, Metode, dan LKS yang kami buat apakah sesuai atau tidak untuk mencapai tujuan pembelajaran, setelah ACC kami peroleh dari guru pamong, maka kami harus mempersiapakan diri untuk hari-H pelaksanaan mengajar. Berbeda dengan pengalaman PPL I yang telah kami tempuh dikampus, PPL II ini kami merasa mempunyai sebuah tanggung jawab moral terhadap materi yang akan kami sampaikan, bukan hanya kepada guru pamong, tetapi kepada Allah, jangan sampai apa yang kami sampaikan salah konsep, sehingga para peserta didik akan mengalami kesalahan kedepannya.


Hari-H pelaksanaan PPL kami di suguhi berbagai pengalaman dari keunikan para peserta didik mulai dari murid yang bandel, ribut sendiri, tidak memperhatikan, dll, ya itulah tantangan yang kami hadapi saat melaksanakan praktik disana. Namun hal itu tidak lantas membuat kami jera, malah membuat kami untuk berpikir kreatif menentukan dan memadukan metode pembelajaran yang lain yang dapat membuat mereka (peserta didik_Red) terpesona terhadap apa yang kami sampaika (materi pelajaran_Red).

Banyak kisah yang mewarnai pengalaman kami selama berada di SMP N 11 ini, keramahan dan sikap kekeluargaan dari Kepsek, Wakasek, para guru, dan karyawan membuat kami merasa benar-benar menjadi bagian dari SMP N 11 Yk. Kegiatan selama bulan Ramadhan menjadi sebuah kisah klasik (SO7_Lirik) yang begitu indah dalam pengalaman kami selama disana.
DPL (Dosen Pembimbing lapangan) kami Ibu Denik Wirawati, M.Pd. begitu perhatian kepada kami, ± 6 kali beliau mengunjungi kami selama PPL di SMP N 11,,,benar2 kami diperhatikan *terimakasih ibu’ :D

Ada satu teman kami yang tidak di izinkan Allah untuk bersama hingga praktik PPL ini berakhir, Asti Oktariani (PBSI) semenjak pertengahan Ramadhan kemarin sakit, setelah beberapa kali melakukan chek-up ternyata dia sakit LUPUS. Penyakit itu mengharuskan Asti untuk mengambil cuti di semester ini_Asti semoga kamu kuat menghadapi takdir Allah ini, do’a kami terus mengalir untukmu, semoga asti tetap bersabar hingga Allah memberikan kehendak terbaik-Nya untuk asti,,,we are love U cz of Allah.
Itulah sepotong cerita tentang PPL yang telah kuarungi di SMP N 11 Yogyakarta, kisah ini menjadi jejak yang telah ku torehkan bersama teman-teman, semoga yang baca gak bosen*terutama bu’ Denik n teman2 PBSI,,,mhn maaf jika kalimatnya masih kacau, dan kurang terstruktur. :D

Episode PPL @ SMP N 11 Yogyakarta

Sejak 25 Juli kemarin aktivitas PPL-Q disemester VII ini kembali harus dilalui, menuntut ilmu di sekolah tempat kami PPL dan megukur sejauh mana kompetensi kita terhadap ilmu yang telah kita dapatkan selama VI semester kuliah untuk diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran disekolah.
3 hari berlalu mengantarkanku mengarungi detik-detik kehidupan disekolah ini,,,,hmmmmf harus mampu bermanfaat lebih bagi semuanya....

Fighting!!!!
*Catatan penghilang rasa bosan karena mengerjakan RPP yang belum rampung,,,,
 @ Bascamp PPL SMP N 11...

Belajar Menyelami Samudra Kesabaran

"Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. Al-Mujadilah :11)


Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh(QS. As-Shaff:4)


Berlapang-lapang dalam majelis....
Berlapang diri, berupaya berkontibusi dalam mewujudkan bangunan yang kokoh
Walaupun, terkadang dalam majelis ini menuntut kita menyiapkan sebuah wadah kesabaran yang tak terbatas (infinity) karena memang disinilah ujian itu ditampakkan,,,,

Jika kekuatan itu ada pada jama’ah, maka diri ini harus lebih banyak bersabar dalam majelis ini,,,,

Rabb,,,bukakan kelapangan dan kesabaran didalam diri hamba seluas langit dan bumi-Mu....

Karena memang ini semua hanyalah ujian untuk melihat tingkat kesabaran hamba.....*


*hamba yang dhoif berupaya menyelami samudra kesabaran
____vika____

Selasa, 10 Mei 2011....... :(